Tags

,

Pada suatu hari, di sebuah desa yang tenang, hiduplah sepasang suami istri yang hidup dibawah kecukupan. Mereka hidup dengan hanya apa yang mereka temukan pada hari itu. Jika ada pekerjaan, walau hanya kerja serabutan, mereka ambil pekerjaan itu. Walau mereka terlihat hidup dalam kemiskinan, mereka hidup dengan penuh suka cita.

Suatu hari, sang suami pergi mencari apa yang bisa dikerjakan untuk menghidupi harinya. Tidak tahu melangkah kemana, dia berjalan di atas jalanan kecil desa itu. Setelah agak lama berjalan, dia menendang sebuah koin. Koin itu sudah terlihat tua, berkarat dan penyok. Dia pun mengambil koin itu dan membawanya ke pasar. Di sana, ia bertemu temannya.

Temannya berkata, “Koin ini seperti koin kuno, cobalah tanyakan pada si fulan, ia mengerti tentang koin-koin kuno dan bahkan mengoleksinya”

Jadilah ia berjalan kembali menemui fulan. Setelah bertemu, fulan berkata, “koin ini memang cukup kuno, kelihatannya berasal dari 30 tahun silam.” sambil memegang dan melirik koin itu
“Bagi kami pengoleksi koin kuno, tentu ini sangat berharga”, lanjutnya “maukah kau tukarkan dengan uang 120 ribu?”

Tawaran ini tentu sangat menyenangkan hatinya. Ia pun menerima tawaran itu.

Setelah menerima uang, ia kembali menuju pasar untuk membeli bahan makanan untuk hari itu. Setelah berbelanja, ternyata hari itu ia masih memiliki sisa uang. Dalam pikirannya, ia berencana membuatkan sebuah lemari untuk istrinya. Akhirnya ia membeli beberapa balok kayu.
Dalam perjalanan pulang, ia melewati sebuah toko dan usaha furniture. Sang pemilik melirik kayu yang ia bawa dan berkata “Hei, aku sudah membuat berbagai macam perabot dari berbagai kayu, dan aku melihat kayu yang engkau bawa terlihat bagus dan kuat. Maukah kau menukarnya dengan lemari yang ada di tokoku?”, katanya sambil menunjuk sebuah lemari tua. Setelah berpikir, memang ia bertujuan membuat lemari dengan kayu itu, ia setuju menukarkan kayunya dengan lemari itu. Ia juga meminjam gerobak milik sang penjual untuk membawa lemari.

Dalam perjalanan, ia melewati sebuah rumah. Kebetulan seorang ibu sedang berada di depan rumahnya. Tertarik dengan lemari yang pria itu bawa, sang ibu memanggil pria itu. “Aku tertarik dengan lemari yang engkau bawa, bolehkah aku membeli lemari ini?” katanya. Sang pria berpikir. “Bagaimana dengan 200 ribu?” lanjut sang ibu. Pria ini tak bisa menolak, akhirnya ia melepaskan lemari itu.

Setelah mengembalikan gerobak yang ia pinjam, ia berjalan kembali ke rumahnya bersama dengan bahan makanan yang ia beli sebelumnya dan uang 200 ribu. Di tengah jalan, ia dihadang oleh seseorang perampok yang membawa pisau. “Berikan barang yang kau bawa!” ancamnya. Tak bisa melawan, pria ini memberikan uang 200 ribu dan makanan yang ia bawa. Perampok itu mengambilnya dan pergi begitu saja.
Istrinya yang kebetulan melewati tempat itu kemudian berkata, “Kau tidak apa-apa? Tadi hampir saja, apa saja yang tadi dia ambil darimu?”

Dengan tenang dan senyum, sang pria menjawab, “hanya sebuah koin penyok”

Sahabat, cerita ini mungkin bisa mengajarkan beberapa hal. Diantaranya bahwa rezeki bisa datang dari mana saja, dari banyak cara, asalkan kita terus berjalan mencarinya. Suatu hal yang penting yang harus disadari adalah bahwa semua yang kita dapat dan kita miliki, akan kembali kepada Sang Pemilik, jadi jangan pernah menyesali apa yang Dia ambil itu🙂