Menulis itu melatih potensi. Dengan menulis, aku bisa melatih otakku untuk terbiasa berpikir saat kapanpun karena apapun yang kupikirkan, sering kutulis agar aku tak lupa. Hal itu bisa membuat pikiranku selalu ada dalam kondisi bekerja walaupun orang selalu mengatakan aku sedang melamun. Menulis juga melatih aku menjadi orang yang kreatif. Dengan menulis, aku jadi tertantang untuk memainkan kata-kata, mulai dengan memainkan majas, melempar pantun dan menggunakan bahasa yang berbeda.

Menulis itu membuatku berbeda dari orang lain. Guru IECku, Mr Dani Kuspermana, selalu berkata “Bangganya kita jika tulisan kita jadi bahan copas, bukan kita yang meng-copas tulisan orang lain” (makna sama tetapi kalimat berbeda). Beliau sadar bahwa anak bangsa saat ini banyak yang melakukan copy-paste dan mematikan kreatifitas diri sendiri. Beliau juga sering mengatakan “Saat urat kreatif di otak itu sudah tertarik, maka sulit untuk dikembalikan”. Menurut pemikiran kecilku ini, aku memaknai kata-kata ini sebagai tantangan untuk berkreatifitas di berbagai bidang, salah satunya bidang tulis-menulis dan kreatifitas adalah hal yang membedakan aku dengan orang lain.

Menulis itu membunuh waktu sia-sia. Aku ingin terus menulis apapun yang aku inginkan. Hal itu aku lebih sukai daripada melamun, nongkrong ga jelas, bahkan hingga berzina, Naudzubillah. Writing keeps me productive in a spare time. Itu adalah kata-kata buatan mas Huda (bukan saya) yang dia buat beberapa tahun lalu.  Menulis itu kegiatan yang tak perlu perencanaan dan waktu yang banyak karena kau bisa langsung lakukan sesaat setelah kau punya suatu pikiran, dan kita selalu punya pikiran🙂

Menulis itu kebebasan. Aku bebas menulis apa saja. Aku bebas menuangkan pikiranku. Aku bebas mengeksplorasi ideku. Jika kubandingkan dengan yang lain, menulis adalah hal paling bebas yang bisa kulakukan karena tidak memiliki banyak aturan. Menulis juga bukan sebuah kegiatan rumit yang perlu syarat ini itu, yang kau perlukan hanyalah sebuah kertas dan sebuah pulpen. Dimanapun kau bisa temui benda-benda itu, disanalah kau bisa mulai menulis

Menulis itu… Asyik 🙂