Ilmu pengetahuan alam sebagai dasar dari banyak ilmu dan matematika sebagai dasar berpikir sistematis telah melahirkan sebuah dasar ilmu yang disebut MIPA atau Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.Sebuah dasar ilmu yang diharapkan akan menciptakan banyak ilmu yang berguna bagi masyarakat dan melatih para pembelajarnya untuk terus berpikir.

Pada tiap perguruan tinggi,bisa kita temukan fakultas yang menyandang nama MIPA atau bisa disebut FMIPA. Di FMIPA memang dipelajari ilmu-ilmu dasar tentang alam dan sekitarnya seperti biologi,kimia,matematika dan dalam salah satu perguruan tinggi,farmasi adalah salah satu dari ilmu dasar tersebut dan dipelajari di FMIPA. Di beberapa perguruan tinggi pun ada yang memasukkan sistem informasi dan statistika di fakultas itu.

Fakultas MIPA adalah fakultas yang memfokuskan pembelajaran ilmu murni secara detail dan mendasar pada masing-masing jurusan. Ambil contoh jurusan Farmasi,konsep difokuskan dan diperdalam dengan berbagai cabang seperti farmasetika,farmasi fisik,farmakognisi dan lain sebagainya. Cabang cabang tersebut masih dapat dikembangkan dan diperdalam.

Akan tetapi,ada sebuah paradigma di masyarakat yang memandang negatif MIPA. Masyarakat pada umumnya menganggap lulusan FMIPA hanya bekerja menjadi ilmuwan atau guru. Kalaupun bekerja di industry,mereka hanya menjadi tenaga ahli di laboratorium. Tidak lebih dan tidak kurang. Hal ini memang disebabkan karena pelajar MIPA banyak belajar ilmu murni. Alhasil masyarakat berpendapat bahwa lulusan MIPA hanya akan mendapat penghasilan kecil dari pekerjaannya ke depan. Dampak berikutnya pun muncul pada minat seseorang untuk belajar ilmu murni di MIPA yang turun karena alasan-alasan tersebut

Padahal yang terjadi sangat berbeda dengan paradigma tersebut. MIPA adalah dasar ilmu bagi tiap ilmu yang berbau sains. MIPA ibarat fondasi sebuah bangunan dimana kita bisa membangun sebuah bangunan. Dan jika kita mengatakan fondasi, maka kita bisa membangun apa saja dengan satu fondasi tersebut. Apalagi di perguruan tinggi yang notabene mengajarkan pelajarnya untuk selalu berpikir kritis dan belajar dari sumber manapun.Dari sini,MIPA memiliki banyak sekali keuntungan yang tidak dimiliki jurusan lain.

Pertama,MIPA adalah dasar dari banyak ilmu. Kimia contohnya,jika kimia berkembang,akan muncul teknik kimia yang banyak menggunakan dasar dasar kimia murni.Fisika yang memunculkan teknik nuklir dan cabang geofisika yang bisa membantu mengatasi masalah energi di dunia. Bahkan dalam bidang filosofi pun pernah muncul matematika kehidupan yang menjabarkan kiat sukses dengan menggunakan rumus matematika. Bidang farmasi yang akan mengguncang dunia dengan herbalnya.

Kedua,MIPA mengajarkan orang-orangnya untuk memiliki pikiran yang berbeda dengan jurusan lain. Kenapa seperti itu? Karena ilmu murni mengajar seseorang untuk berpikir lebih dalam daripada ilmu terapan. Bahkan pelajar MIPA terkadang memiliki konsep konsep yang tidak dimiliki oleh jurusan lain karena pemahaman yang dalam hanya dimiliki oleh MIPA. Oleh karena itu,untuk mendukung tercapainya pemahaman yang lebih mendalam,diperlukan sebuah kesadaran bagi pelajar MIPA untuk terus berpikir dan belajar sehingga didapat sebuah pikiran dan konsep yang berbeda. Itulah yang diharapkan dari pelajar MIPA.

Ketiga,Justru peluang MIPA mendapat pekerjaan lebih besar daripada jurusan lain. Hal ini pun disebabkan karena mereka mempelajari kenapa jika A ditambah B menjadi C,bukan bagaimana menambah jumlah C yang didapat tapi penggunaan A dan B lebih sedikit seperti yang biasa dipelajari ilmu ilmu terapan.pelajar MIPA mendapat konsep dasar dan cara penggunaannya tetapi ilmu terapan hanya mendapat cara penggunaan dari konsep tersebut tanpa tahu kenapa konsep itu bisa muncul. Hal ini memberi keuntungan tersendiri bagi pelajar MIPA.

Para lulusan MIPA pun dapat merangkul berbagai jenis pekerjaan. Perminyakan dan pertambangan yang selama ini diharapkan oleh orang orang teknik,ternyata dapat menjadi lading pekerjaan bagi pelajar MIPA. Geografi contohnya,ilmu itu dibutuhkan di perminyakan dan pertambangan karena geografi sendiri dapat menentukan potensi ruang yang dibutuhkan saat menambang. Kimia pun diperlukan untuk mengidentifikasi jenis minyak dan bahan tambang yang diperlukan.

Keempat,jangan kaget kalau ilmu ilmu yang akan menyelamatkan dunia adalah ilmu MIPA. Karena dunia berharap adanya sebuah konsep yang baru,bukan konsep terapan dari konsep lama. Nanoteknologi adalah sesuatu yang sangat diharap dunia akan berkembang pesat,akan tetapi,tahukah Anda bahwa nanoteknologi adalah sesuatu yang erat hubungannya dengan fisika dan kimia? Sebuah konsep energi baru pula sedang ditunggu perkembangannya,dan bidang yang bermain main dengan energi adalah kimia dan fisika.Konsep obat obatan herbal oleh bidang farmasi disaat obat obatan komersial tidak mampu mengobati suatu penyakit menjadi sebuah alternatif. Dan saya sangat berharap bahwa mahasiswa MIPA akan mampu mengatasi permasalahan dunia dengan kemampuan yang dimilikinya.

Indonesia membutuhkan orang orang yang berpikir kritis. Orang orang yang mampu mengeluarkan Indonesia dari keterpurukan, kebodohan dan sifat hanya menerima.Orang orang yang belajar bukan untuk bekerja,tapi untuk membuat sebuah lapangan kerja dengan konsep yang berbeda dari biasanya.Dan kesempatan itu masih sangat banyak dan seringkali luput dari pandangan. Dan orang orang MIPAlah yang akan melakukannya dengan inovasi dan penemuan baru yang selalu luput dari pandangan orang awam.
HIDUP MIPAKU!