Begitu mendengar judulnya, mungkin Anda tak mengerti kenapa saya menamai tulisan ini “Matematika Kehidupan”. Tapi jika Anda adalah siswa atau mantan siswa SMAN 48, Anda akan mudah mengenali kata-kata itu. Ya, itu adalah kata-kata “favorit” dari guru matematika SMAN 48, Bapak Didi Supriadi. Tapi, tahukah Anda jika “Matematika Kehidupan” itu bukan sebuah candaan belaka? Pada tulisan ini saya mencoba memberikan satu konsep sederhana yang berdasar dari “Matematika Kehidupan”.

F(S) = F(U) + F(D) + F(K)

Demikianlah sebuah rumus matematika yang saya dapatkan berkaitan dengan “Matematika Kehidupan”.
Bagi Anda yang sudah menguasai pelajaran “Fungsi” pada mata pelajaran matematika, Anda tentu menjadi sangat mudah memahami konsep ini. Tapi akan saya jelaskan lebih lanjut.

Dalam pelajaran fungsi, F(X) dapat diucapkan sebagai fungsi X dengan X adalah suatu konstanta atau fungsi lain.Hal ini juga berlaku pada F(S), F(U), F(D), dan F(K).

F(S) adalah nama lain untuk fungsi “sukses”. Fungsi ini merupakan fungsi penjumlahan. Artinya fungsi ini akan berkurang nilainya jika salah satu dari nilai penyusunnya adalah nol atau minus. Jika rumus diatas diuraikan, maka akan terbaca seperti ini : fungsi “sukses” adalah hasil penjumlahan dari fungsi “Usaha”, fungsi “Doa”, dan fungsi “Keberuntungan”.

F(U) atau fungsi “Usaha” merumuskan seberapa besar usaha kita. Fungsi ini berbanding lurus dengan niat, semangat, dan keikhlasan. Tetapi fungsi ini berbanding terbalik dengan kemalasan dan pesimisme.

Fungsi berikutnya adalah F(D) atau fungsi “Doa”. “Doa” adalah salah satu penentu terbesar dari “sukses” selain “usaha”. “Doa” ini bernilai sangat besar karena “Doa” masih bisa dirumuskan lagi, yaitu:

F(D) = T+W+I

Faktor-faktor penyusun “Doa” adalah Tempat, Waktu, dan Individu. “Doa” akan maksimum saat ketiga faktor itu maksimum. Tempat yang maksimum untuk Doa adalah “wilayah Masjidil Haram”. Akan tetapi, “Masjid” juga sudah termasuk maksimum. Waktu yang maksimum adalah “Sepertiga malam terakhir”. Saat itulah Allah turun ke bumi dan mendengarkan doa hamba-hamba-Nya. Selain itu “waktu antara adzan dan iqomat” juga termasuk Waktu maksimum. Individu maksimum untuk Doa adalah “Orang Tua”, terutama IBU. Karena kata-kata ibu pada anaknya adalah Doa dan Allah akan mengabulkannya

Faktor terakhir setelah “Usaha” dan “Doa” adalah “Keberuntungan”. Nilai ini sebenarnya sangat kecil mempengaruhi “sukses” walaupun bernilai maksimum. Faktor ini juga hanya ada pada saat-saat tertentu. Selain itu, menggunakan faktor ini juga harus sebaik mungkin. Jika tidak, faktor ini bisa saja bernilai nol atau sia-sia

Demikianlah konsep “Fungsi Sukses” yang saya uraikan berdasarkan pelajaran “Fungsi” yang saya gabungkan bersama “Matematika Kehidupan” karya Pak Didi. Kalau ada tambahan, komen ya…