Farmasi tanpa apoteker,menurut saya, ibarat sayur tanpa garam. Tidak lengkap rasanya jika farmasis yang belajar mengenai obat malah tidak berperan di bidang yang paling berurusan dengan obat. Lalu kenapa harus farmasis yang menjadi apoteker,bukan sarjana kedokteran saja yang ahli dalam penyakit? Jawabannya mudah sekali, dokter memang belajar penyakit,tapi dia tidak mempelajari cara obat menyembuhkan penyakit,cara meramu obat yang benar,dan cara berperan di apotek. Hanya farmasis yang mempelajari semua itu.

Dahulu,waktu saya masih duduk di bangku SD, saya hanya bercita-cita menjadi dokter. Setelah lama berpikir,saya melewatkan orang hebat di balik dokter,yaitu apoteker. Dokter tidak bisa mengobati tanpa apoteker. Karena obat-obatan dikontrol oleh apoteker. Setelah mengetahui itu,saya pun berpikir untuk menjadi apoteker. Impian itu kemudian semakin menggebu-gebu setelah saya mengetahui dari OKK Farmasi bahwa pada tahun 2020,tenaga farmasi di bidang kesehatan akan banyak dibutuhkan.

Dibalik impian saya, saya banyak berpikir, saya akan kuliah di universitas terbaik di negeri yang banyak dibiayai oleh rakyat. Tapi,apa yang akan saya berikan sebagai ganti semua itu? Jawaban yang saya pikirkan adalah dengan menjadi apoteker yang peduli pada masyarakat, apoteker yang memberi obat,bukan racun bagi masyarakat,dan apoteker yang bisa mencukupi kebutuhan medis masyarakat.

Lalu,apakah pengabdian seorang apoteker hanya terbatas di apotek saja? Tentu saja tidak,seorang apoteker sekaligus sarjana farmasi bisa mengambil S2 atau gelar master untuk menambah ilmu mereka,dan kemudian S3 untuk melengkapi. Kenapa harus begitu? Karena para doktor kebanyakan dapat menulis buku yang tentu saja akan berguna bagi masyarakat. Bayangkan saja jika seorang doktor sekaligus apoteker menulis buku tentang herbal atau melakukan penelitian dengan bidang sama dan ternyata buku atau hasil penelitian itu memang sedang dinanti nanti bukan hanya oleh rakyat Indonesia,tetapi juga oleh dunia. Indonesia akan jauh lebih maju dengan itu.

Tetapi,kita tidak tahu apakah itu semua akan terwujud dengan tangan kita. Kita hanya bisa berusaha keras di bidang ini demi rakyat dan demi Indonesia.